Pelukan Kecil untuk Malam yang Gelisah
Ada percakapan dan kalimat yang menyinggung hati dari salah satu novel favoritku, begini katanya:
Ada kalanya, sebuah tulisan terasa seperti suara yang langsung mengetuk hati. Saat aku pertama kali membaca kalimat ini, rasanya seolah-olah seseorang benar-benar sedang bicara padaku; menenangkan, sekaligus mengingatkan bahwa resah dan gelisah bukan akhir dari segalanya.
Mungkin kita semua pernah berada di titik itu: terjebak dalam malam yang panjang, sibuk dengan pikiran sendiri, lupa kalau esok selalu datang dengan harapan baru. Kutipan ini seperti pelukan dalam bentuk kata, mengingatkan untuk melepas sedikit demi sedikit hal-hal yang membebani, lalu memberi ruang bagi diri untuk bernapas.
Dan aku rasa, setiap orang berhak menemukan kata-kata yang bisa jadi jangkar kecil di tengah lautan resahnya. Barangkali tulisan ini juga bisa jadi pengingat kecil untukmu yang sedang membaca: kamu tidak sendirian, dan ada hari baru yang menantimu dengan cerita yang lebih ringan.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga kata-kata sederhana ini bisa jadi teman perjalananmu, walau sebentar.
*Bumi 24, 2025
Ditulis di bawah langit malam, Aya🌙
Komentar
Posting Komentar