Svara di Ujung Waktu

Aku tak mencari yang tergesa,
Karena cinta bukan tentang cepat.
Aku mencari yang sejalan,
yang tumbuh, yang matang,
yang menua bersama dengan tenang.

Aku pernah menuliskan kriteria,
tentang tinggi, tentang usia,
tentang kebiasaan yang kucinta.
Namun, waktu menertawakanku.
Sebab yang kutemui 
tak selalu sesuai dengan daftar itu.

Dia bukan tanpa masa lalu,
pernah jatuh, pernah tersesat.
Tapi kini ia berjalan pulang,
menyusun dirinya kembali,
menjadi versi yang lebih baik.
Dan entah mengapa,
di titik itu aku berbisik:
"mungkin ini dia."

Aku tak menuntut kepastian sekarang.
Biarlah ia menutup masa lalunya,
Seperti aku pun masih belajar
Mendewasakan diriku sendiri.

Aku percaya,
ada pertemuan yang disimpan waktu.
Bukan hari ini,
mungkin bukan esok.
Tapi suatu saat,
di saat kita benar-benar siap.

Dan di antara banyak hal,
ada satu yang paling membuatku luluh:
caranya tersenyum pada anak kecil.
Hangat, tulus, sederhana.
Seperti ayah yang kelak ingin kupilih
untuk anak-anakku.

Svara ini kusembunyikan rapi,
bukan untuk sekarang
Ia untuk nanti
Untuk waktu yang sudah matang.
Untuk pertemuan yang tak tergesa.





Svara di ujung waktu —
sebuah janji tanpa suara,
yang menunggu hingga akhirnya nyata.

*Bumi 02, 10, 2025

Ditulis di bawah langit malam, Aya🌙




Fragmen #05 — selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Separuh Detik Sebelum Jatuh

Tentang Awal Tahun, Sunyi, dan Keputusan untuk Bertumbuh

Kapal yang Tak Pernah Berlabuh